













Fokusnya eksekusi: pasang 2 KPI inti + ritme weekly review + aturan next step. Jadi yang berubah bukan “semangat sesaat”, tapi cara kerja tim yang bisa diulang.
Fokusnya eksekusi: pasang 2 KPI inti + ritme weekly review + aturan next step. Jadi yang berubah bukan “semangat sesaat”, tapi cara kerja tim yang bisa diulang.
Program dimulai dari diagnosis “leak” paling mahal di pipeline, jadi perbaikan tepat sasaran—bukan bongkar semuanya sekaligus
PIC ditunjuk dari internal sebagai “pemegang kendali” implementasi: memastikan KPI diinput, weekly review berjalan, dan next step dipatuhi. Dengan PIC, program tidak tergantung konsultan dan tetap jalan setelah 30 hari.
Perusahaan dapat aset eksekusi (scorecard KPI, agenda review, checklist deal aging, aturan pipeline) yang bisa langsung dipakai tim tanpa harus bikin dari nol.
Temukan 1 kebocoran terbesar yang paling mahal di pipeline.
Pasang 2 KPI inti yang menggerakkan follow-up & movement pipeline.
Bangun ritme review yang membuat tim taat next step dan data rapi.
Klarifikasi kondisi pipeline & target perbaikan
Tentukan track: Team / Supervisor / Manager
Tentukan Implementor Leader dan scope implementasi
Training
Practice
Case Study
Jalankan 2 KPI + weekly review cadence
Checkpoint H+7: koreksi cepat, rapikan bottleneck
Checkpoint H+21: stabilisasi, pastikan jalan tanpa “diingatkan”
Template KPI & scorecard
Agenda weekly pipeline review
Format next step & pipeline hygiene rules
Checklist deal aging & discount control